Sabtu, 05 Februari 2011

Wasiat Umar bin Khattab

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah bersabda. "Tidak ada seorang pun yang lebih suka kepada pujian selain Allah SWT, karena itulah Dia memuji Zat-Nya sendiri. Begitu juga tidak ada seorang pun yang lebih marah selain Allah SWT, itulah sebabnya Dia mengharamkan perbuatan keji." (HR. Bukhari dan Muslim).
Pada suatu hari, Sayyidina Umar bin Khattab bertutur kepada beberapa orang sahabatnya, " Aku ingin menyampaikan enam wasiat kepada kalian :
Pertama, bila kalian menemukan aib yang ada dalam diri seseorang, maka galilah aib yang ada dalam diri kalian sendiri, karena aib kalian belum tentu sedikit.

Kedua, bila kalian ingin memusuhi seseorang atau sesuatu, maka musuhilah perut kalian, karena tidak ada musuh  yang lebih berbahaya bagi kalian selain perut kalian sendiri.
Ketiga, bila kalian ingin memuji, pujilah Allah SWT, karena tidak ada sesuatu yang lebih banyak memberi kepada kalian dan lebih santun serta lembut kepada kalian selain Dia.
Keempat, bila ada yang ingin kalian tinggalkan, maka tinggalkanlah kesenangan dunia, sebab justru bila kalian tinggalkan kalian akan menjadi terpuji.
Kelima, bila kalian ingin bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiaplah untuk mati, sebab bila kalian tidak menyiapkan bekal untuk mati kalian akan menderita, rugi dan penuh penyesalan.
Keenam, bila kalian ingin menuntut sesuatu maka tuntutlah akhirat karena kalian tidak akan mendapatkannya kecuali dengan mencarinya."
Itulah enam wasiat dari Sayyidina Umar bin Khattab yang patut kita renungkan dan ikuti. Apa yang diwasiatkan tersebut sesuai dengan perkataan Imam Hasan Al Basyri :
Aku tahu rezekiku tak mungkin di ambil orang lain maka aku tenang
Aku tahu amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain maka aku sibukkan diriku dengabn beramal.
Aku tahu Allah selalu melihatku karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat.
Aku tahu kematian menantiku maka kupersiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku.








Jumat, 04 Februari 2011

Kunci Menjadi Suami Yang Sholeh

Peran suami dalam rumah tangga sangatlah vital,seorang suami harus berperan secara optimal bersama istri dalam mengarungi kehidupan rumah tangga yang penuh tantangan. Suami yang baik haruslah berpegang teguh pada syariat agama dalam segenap kehidupan rumah tangga,menunaikan kewajiban-kewajibannya baik yang berhubungan dengan Allah SWT,keluarga maupun dengan orang-orang yang menjadi tanggungannya dengan ketulusan hati dan penuh rasa tanggung jawab.

Ada 10 kunci yang bisa dilakukan seorang suami untuk menjadi seorang suami yang sholeh menurut syariat islam, diantaranya:

1. Memberikan sambutan yang hangat
Rasulullah SAW memberi petunjuk kepada para suami tentang bagaimana etika menemui istrinya, yaitu : mengucapkan salam,menunjukan wajah yang berseri, serta jabat tangan karena hal itu bisa mengokohkan ikatan perasaan serta jalinan cinta

2. Berbicara dan memanggil dengan panggilan yang menyenangkan
Dalam bertutur seorang suami seharusnya memilih kata-kata yang baik dan ungkapan menarik, demikian pula ketika memanggil sang istri seyogyanya seorang suami memanggil dengan panggilan yang menyenangkan, bahkan kalau perlu dengan ungkapan manja sebab dapat membangkitkan kebahagiaan dan dapat menyenangkan hati sang istri

3. Membantu pekerjaan sang istri
Betapa indahnya jika seorang suami mengerti dan bersimpati kepada istrinya yang siang dan malam mengerjakan pekerjaan rumah yang tak pernah ada habisnya. satu sikap yang mulia jika suami mampu menyenangkan perasaan hati istrinya dengan membantu melaksanakan tugas-tugasnya di rumah tangga

4. Bermusyawarah dan saling mengingatkan
Islam menganjurkan kepada pasangan suami istri untuk saling mengingatkan jika ada salah satu pihak yang bersalah dan bermusyawarah dalam menghadapi masalah yang dihadapi dalam kehidupan berumah tangga

5. Mencukupi nafkah
Nafkah adalah tanggung jawab utama seorang suami, syariat islam tidak memberikan standar pasti tentang jumlah nafkah lahir yang harus diberikan pada istri. namun syariat mewajibkan suami untuk berusaha keras untuk memberikan nafkah pada sang istri.

6. Berdandan
Islam menganjurkan kepada kaum muslimin untuk selalu tampil dalam keadaan rapi,bersih dan berbau harum. dandannya seorang suami untuk istrinya dapat menambah rasa cinta dan menjadikannya betah untuk selalu memandang dan berada disampingnya

7. Mampu mengobati hati
Seorang suami hendaknya memiliki hati yang lembut dan perasaan yang peka serta dapat memahami perasaan istri. ia merasakan beban istri lalu berusaha meringankan beban istri tanpa diminta. Akhlak ini wajib dimiliki oleh suami untuk menciptakan kebahagiaan dalam berumah tangga

8. Mampu menjaga rahasia rumah tangga
Menceritakan tentang keburukan rumah tangga kepada orang lain sama artinya dengan menurunkan kehormatan keluarga, oleh karena itu jika terjadi persoalan dalam rumah tangga yang melahirkan percekcokan,celaan,umpatan bahkan perilaku buruk yang lain semua itu adalah rahasia rumah tangga yang seharusnya seorang suami maupun istri menjaganya.

9. Bersikap santun dan sabar
Seorang suami haruslah bersikap sabar dan mampu menahan diri jika dalam rumah tangga mengalami goncangan yang disebabkan oleh pihak luar maupun dari dalam sendiri. jangan mudah terpancing emosi dan terburu-buru memvonis selesaikan masalah tanpa menggunakan kekerasan

10. Memaafkan dan menegur
Seorang suami mesti memiliki perangai suka memaafkan. perangai ini sangat diperlukan karna boleh jadi seorang suami keliru ketika membenci sesuatu pada istrinya. watak ini adalah salah satu dari perangai Rasulullah yang selalu diwujudkan dalam kehidupan rumah tangganya beserta para istrinya.


Rabu, 02 Februari 2011

Keutamaan Sholat Dhuha

Dhuha berarti terbit atau naiknya matahari, oleh karena itu sholat dhuha merupakan sholat sunat yang dilakukan pada pagi hari ketika matahari mulai menampakan sinarnya. jumlah sholat sunat dhuha minimal 2 rakaat hal ini berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a,"kekasihku Rasulullah SAW berwasiat kepadaku mengenai tiga hal :a) agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan b) melakukan sholat dhuha 2 rakaat dan c) melakukan sholat witir sebelum tidur." (H.R Bukhari dan Muslim)
sedangkan batas maksimalnya adalah 8 rakaat, hal ini didasarkan pada hadits fi'li (perbuatan) yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a.," Rasulullah SAW masuk kerumah saya lalu melakukan sholat dhuha sebanyak 8 rakaat."(H.R Ibnu Hiban).


Berdasarkan tinjauan para ulama ada beberapa fadilah atau keutamaan melaksanakan sholat dhuha,yaitu :

  • Sholat dhuha merupakan ekspresi terima kasih kita pada Allah SWT atas nikmat sehatnya setiap sendi di tubuh kita. sabda Rasullullah SAW.,"Pada setiap manusia diciptakan 360 sendi dan seharusnya orang yang bersangkutan bersedekah untuk setiap sendinya. lalu para sahabat bertanya:'Ya Rasulallah siapakah yang sanggup melakukannya?' Rasulullah menjelaskan :' membersihkan kotoran yang ada di masjid atau menyingkirkan sesuatu (yang dapat mencelakakan) di jalan raya, apabila tidak mampu sholat dhuha 2 rakaat dapat menggantikannya".(H.R Ahmad Bin Hanbal dan Abu Daud)

  • Sholat dhuha merupakan jalan pengharapan kita akan rahmat dan nikmat Allah sepanjang hari yang akan kita lalui. Rasulullah bersabda."Allah berfirman, 'Wahai anak Adam jangan sekali-kali engkau malas melakukan sholat 4 rakaat pada pagi hari niscaya nanti akan kucukupi kebutuhanmu hingga sore hari."(H.R Al-Hakim dan At-tabrani).

  • Sholat dhuha merupakan pelindung kita untuk menangkal siksa api neraka. Rasulullah bersabda " Barang siapa melakukan sholat fajar, kemudian ia tetap duduk ditempat sholatnya sambil berzikir hingga matahari terbit dan melakukan sholat 2 rakaat, niscaya Allah SWT akan mengharamkan api neraka menyentuh tubuhnya."(H.R Al-Baihaqi)

  • Sholat dhuha merupakan jalan kita menuju surga. Rasulullah bersabda " Didalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha (pintu dhuha) dan pada hari kiamat nanti akan ada orang yang memanggil,'dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha? ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayag Allah'."(H.R At-tabrani).




  • Selasa, 01 Februari 2011

    Enam Ramuan Penangkal Kesedihan

    Dalam buku berjudul Al-faraj ba'da Asy-Syiddah ( kemudahan sesudah kesulitan. diceritakan bahwa pernah ada seorang yang bijak mengalami suatu musibah, teman-temannya pun datang menjenguknya sebagai ungkapan belasungkawa mereka atas musibah yang menimpanya. Si orang bijak itu berkata : "Sesungguhnya aku telah mengetahui obat penawarnya, yang terdiri dari enam ramuan yang diracik menjadi satu". Mereka yang menjenguknya bertanya: "Apakah itu?" kemudian sang bijak menjawab :
     
    Ramuan 1. Percaya kepada Allah swt

    Ramuan 2. Keyakinanku adalah bahwa segala sesuatu yang ditakdirkan pasti akan terjadi.
     
    Ramuan 3. Sabar adalah bekal yang terbaik bagi orang yang mengalami cobaan.
     
    Ramuan 4. Jika aku tidak sabar, tiada sesuatu pun yang dapat kulakukan, karenankeluhan tidak akan membantu diriku untuk mengatasinya.
     
    Ramuan 5. Jika aku tidak sabar, bisa jadi keadaanku menjadi lebih buruk daripada yang kurasakan sekarang.
     
    Ramuan 6. Kuyakini bahwa dari satu waktu ke waktu yang lain pasti akan ada kemudahan.